Voice of Human Rights News Centre - Menyuarakan Hak Asasi Manusia, Hukum & Demokrasi
 H O M E Voice of Human Rights News Centre
We move to www.vhrmedia.com.....(KAMI PINDAH KE WWW.VHRMEDIA.COM)
  Tuesday, 07 September 2010
Ind   Indonesia
VHRmedia Internet Streaming Radio
NEWS

Monday, 18 June 2007 17:51:28
we move to www.vhrmedia.com

Tuesday, 12 June 2007 13:44:08
SITUS VHR PINDAH ALAMAT

Monday, 11 June 2007 18:50:42

Sidang Tanah Meruya
Warga Minta Pembelaan Portanigra Ditolak

Monday, 11 June 2007 18:31:43

Exxon Mobil:
Warga Tak Berhak Gugat KKS Blok Cepu

Monday, 11 June 2007 17:53:39

Sidang Gugatan Korban Lumpur
PT Lapindo Ngotot Salahkan Alam

Monday, 11 June 2007 17:12:24
Powell Minta Penjara Guantanamo Ditutup

Monday, 11 June 2007 17:04:41
Walhi Sulteng Tolak PLTA Lore Lindu

Monday, 11 June 2007 15:43:03

Pencemaran Nama Baik
Kalla Mangkir dari Sidang Gugatan Gus Dur

Monday, 11 June 2007 14:27:25

Jelang Olimpiade 2008
China Pekerjakan Anak-anak

Monday, 11 June 2007 14:03:52

Penangkapan Petani Simalungun
Warga Tuntut Kapolri Copot Kapolres




.:: NEWS ::.
Author : Kurniawan Tri Yunanto
Mon, 11 Jun 2007 18:50:42 +0700



Sidang Tanah Meruya
Warga Minta Pembelaan Portanigra Ditolak


Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menolak mengeluarkan putusan sela untuk menolak pembelaan PT Portanigra dalam sidang sengketa tanah Meruya. Putusan sela hakim menunggu penyampaian duplik kuasa hukum tergugat.

Koordinator Forum Masyarakat Meruya Selatan Kaharuddin Dompu tidak mempermasalahkan sikap majelis hakim yang diketuai Hesmu Purwanto. Menurut dia, keputusan itu masih dalam koridor hukum perdata. “Karena itu permintaan majelis hakim, kami menurut saja. Asalkan tidak melanggar tata cara persidangan dan tidak merugikan kami,” kata Kaharuddin kepada VHR, seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (11/6).

Selain meminta hakim mengeluarkan putusan sela, dalam materi repliknya warga juga mempertanyakan putusan Mahkamah Agung yang menyatakan lahan seluas 78 hektare di Meruya Selatan tidak dihuni warga. Sebab, faktanya tanah tersebut ditempati oleh ribuan kepala keluarga selama puluhan tahun. “Kami mempertanyakan juga soal itu,” ujarnya.

Warga Meruya menilai sejauh ini sikap hakim masih berpihak kepada mereka. Hakim juga dinilai masih adil dan cukup teliti selama persidangan. Didampingi warga, Kaharuddin mengimbau hakim menyatakan kebenaran dan kesalahan sesuai dengan fakta. “Dengan demikian tanah kami ada kejelasan mengenai status hukumnya,” kata Kaharuddin yang disambut teriakan dukungan warga.

Salah seorang anggota tim kuasa hukum warga, Lorentius Toreh, mengaku warga juga dirugikan karena harga tanah di Meruya Selatan turun drastis setelah kasus ini mengemuka. Tidak hanya itu, batas-batas tanah PT Portanigra juga tidak jelas. Menurut dia, hal ini diperkuat data di Badan Pertanahan Nasional Jakarta Barat yang juga mempertanyakan batas tanah Portanigra. “Warga ini kan tidak ikut berperkara. Atas dasar itulah kami ingin hakim mengeluartakan putusan sela,” katanya di persidangan.

Di luar ruang persidangan, sekolompok warga dari Forum Betawi Rempug (FBR) juga berunjuk rasa sebagai dukungan terhadap perjuangan warga Meruya Selatan. (E1)

[Send to Friends]   [Printer Friendly Page]


Related Links :

Monday, 04 June 2007 16:19:09
Sengketa Tanah Meruya

Monday, 28 May 2007 17:45:44
Sengketa Tanah Meruya

Monday, 28 May 2007 13:30:31
Sengketa Tanah Meruya

Thursday, 24 May 2007 12:49:20
Sengketa Tanah Meruya

Search
Banjir 2007
Analysis
Human Rights Database
Security Sector Reform
The Letter
Links
Polling
Copyright © 2005 - 2010 VHRmedia.net - Voice of Human Rights News Centre
Jl. Tebet Barat Dalam II / 15 - Jakarta Selatan 12810 - Indonesia
Phone : +62 21 831 8274 - Faximile : +62 21 831 8276
E-mail : vhr@vhrmedia.net